π Telaga Dewi Gunung Singgalang
Untukmenuju ke Telaga Dewi atau ke puncak Gunung Singgalang (Pilar), tidak susah lagi untuk mencari pedoman perjalanan, dengan adanya tiang-tiang listrik yang terpasang sampai ke tower RCTI di Pilar. Bagi saya, tiang listrik tersebut merusak dan menghancurkan keindahan yang ada, dan juga membuat perjalanan menjadi amat membosankan, apabila
Sebutsaja Gunung Singgalang yang terletak di Kabupaten Agam. Setinggi 2.887 mdpl, gunung berapi yang sudah tak aktif lagi ini memiliki telaga di puncaknya yang merupakan bekas kawah. Telaga Dewi menjadi salah satu pos perhentian yang paling dinanti. Di sinilah biasanya pendaki beristirahat sembari memandangi telaga, atau bahkan berkemah di
7 Danau Telaga Dewi, Sumatra Barat buliran.com. Danau indah diatas gunung yang ke-7 ada di Sumatra Barat. Berlokasi atas gunung Singgalang di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, gunung ini mungkin belum banyak dikenal. Di gunung ini menyimpan satu pesona yang harus kamu ketahui yakni terdapat sebuah danau yang diberi nama danau Telaga Dewi.
Daribentuknya, gunung ini sangat mirip dengan Gunung Merbabu di Jawa Tengah. Gunung ini sudah tidak aktif lagi dan mempunyai telaga di puncaknya yang merupakan bekas kawah, Telaga ini dinamai Telaga Dewi. Gunung Singgalang mempunyai kawasan hutan gunung yang sangat lembap serta memiliki kandungan air yang banyak. dbpedia-owl:locatedInArea
TelagaDewi bisa Teman Traveler temukan di puncak Gunung Singgalang, salah satu destinasi yang cukup menguji adrenalin bagi kebanyakan pendaki lokal. Jalur pendakiannya terus menanjak dan lembab, menyuguhkan tantangan tersendiri. Butuh waktu kurang lebih tujuh jam untuk mencapai puncaknya, menyesuaikan kondisi di lapangan.
Sunrisetelaga dewi gunung singgalang (foto: Lokasi telaga dewi dapat ditemui setelah 6. Telaga dewi di puncak gunung singgalang dengan ketinggian 2762 mdpl. Meski tidak setinggi singgalang atau marapi, tapi pesona mount talang yang ada di solok ini tak kalah. @mistersuu) simaksi untuk pendakian gunung singgalang sebesar 7k/user, jalur koto
TelagaDewi adalah spot ikoniknya Gunung Singgalang yang paling dinanti oleh pendaki. Semua rasa lelah dan perjuangan di trek pendakian awal seperti terbayar lunas dengan keindahan landskap di telaga ini. Tempat ini juga cocok untuk beristirahat. Selain itu, para pendaki juga dapat mengisi ulang perbekalan air di Telaga Dewi.
GUNUNGSINGGALANG merupakan gunung berapi tidak aktif bertipe stratovolcano, dengan ketinggian 2.877 mdpl, yang berlokasi di Kabupaten Tanah Datar dan Agam Provinsi Sumatera Barat, Indonesia.. Saat ini, ada tiga jalur pendakian yang paling umum dilewati para pendaki untuk mencapai telaga Dewi, tempat berkemah favorit di area puncak gunung Singgalang, yakni jalur Pandai Sikek, Jalur Balingka
Setelahberistirahat sejenak, mereka kemudian melanjutkan pendakian ke Telaga Dewi Singgalang. Sampai di Telaga dewi, lima pendaki itu diguyur hujan badai, sehingga merela memutuskan untuk kembali turun ke cadas, sekitar pukul 15.00 WIB. Sampai di cadas korban mengalami kelelahan hingga lemas tak berdaya.
otJU4. Gunung Singgalang Sumatera Barat Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki bentangan alam beragam, disini kita bisa jumpai pantai yang indah, dataran tinggi yang sejuk, bukit β bukit yang berbaris serta gunung β gunung yang menjulang tinggi, salah satunya adalah Gunung Singgalang yang berada di Kabupaten Agam. Telaga Dewi, inilah bonus yang didapatkan oleh pendaki setelah bersusah payah mendaki jalur yang terbilang terjal Gunung Singgalang memiliki ketinggian sekitar 2877 mdpl, merupakan jenis gunung Vulkanis namun sudah tidak aktif lagi. Gunung Singgalang dihiasi dengan hutan gunung yang lembab dan banyak menyimpan kandungan air sehingga persediaan air bagi para pendaki cukup melimpah. Salah satu hal yang membuat Gunung Singgalang menjadi primadona untuk didaki adalah keberadaan sebuah telaga yang merupakan bekas kawah mati, telaga tersebut dikenal dengan sebutan Telaga Dewi. Telaga Dewi berada di ketinggian 2765 mdpl, airnya sangat tenang sehingga keberadaan pohon di tepi telaga serta langit dapat terefleksi di permukaan airnya. How To Get There Untuk mendaki Gunung Singgalang setidaknya terdapat tiga jalur yang bisa dijadikan pilihan yaitu Jalur Toboh, Jalur Balingka dan Jalur Koto Baru. Namun dari ketiga jalur ini, yang paling sering dan paling ramai digunakan oleh para pendaki adalah Jalur Koto Baru. Untuk menuju titik awal pendakian Jalur Koto Baru tidaklah sulit karena posisinya berada di antara Bukittinggi dan Pandang Panjang. Jika dari Kota Padang kita bisa menggunakan travel jurusan Bukittinggi, travel ini biasanya mangkal di depan Basko Grand Mall, ongkosnya sekitar Rp dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Kita turun di Pasar Koto Baru untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkutan desa dengan ongkos Rp lalu turun tepat di depan Rumah Tenun Pusako Pandai Sikek. Dari sini kita harus berjalan kaki sejauh 2 Km menuju Posko Pendakian, melapor kepada petugas, menuliskan nama serta nomor yang bisa dihubungi ke dalam buku registrasi setelah itu membayar retribusi sebesar RP per orangnya. Pos Pendakian Gunung Singgalang Jalur Koto Baru Dari posko pendakian kita masih harus berjalan 2 km menuju titik awal pendakian yang ditandai dengan tiang β tiang pemancar stasiun televisi. Nah, lumayan kan perjuangannya itu baru menuju titik awal pendakian? namun jika kita datangnya beramai β ramai kita bisa menyewa angkutan desa untuk diantarkan sampai ke pemancar stasiun televisi. Jalur Pendakian Gunung Singgalang Medan yang harus dihadapi pertama kali untuk mendaki Gunung Singgalang Via Koto Baru adalah semak belukar atau orang Minang menyebutnya hutan pimpiang yaitu sejenis rerumputan dengan ukuran batang sebesar jempol yang sangat lentur sehingga sering menutupi jalur membuat para pendaki harus menunduk dan merangkak. Jalur ini cukup sulit dan melelahkan, kurang lebih satu jam untuk mengakhiri perjalanan di hutan pimpiang. Setelah itu, kita akan dihadapi oleh jalur berupa akar β akar pepohonan, sayangnya tidak ada βbonusβ disini. Hutan pimpiang, ilalang yang menjulur hingga ke jalur pendakian. Cukup gatal jika terkena kulit Mendaki Gunung Singgalang via Kota Baru cukup aman karena jalurnya sangat jelas. Kita cukup ikuti kabel dan tiang listrik yang menjadi patokannya. Setelah kurang lebih 4 β 5 jam perjalanan, sampailah kita di cadas yang merupakan lokasi yang cocok untuk beristirahat karena memiliki tempat yang cukup lapang untuk mendirikan beberapa tenda. Dari cadas keesokan harinya kita bisa melanjutkan perjalanan menuju Telaga Dewi. Kita akan menghadapi tanjakan terjal berupa bebatuan keras berwarna kuning, di tengah tanjakan tersebut terdapat Tugu Galapagos yang dibuat untuk mengenang hilangnya salah satu siswa pencita alam SMAN1 Padang pada tahun 1990an. Usai tanjakan maka selanjutnya kita akan melewati hutan lumut, setelah hutan lumut maka kita akan berjumpa dengan Telaga Dewi yang begitu mempesona. Pendaki bisa beristirahat di cadas, disini bisa mendirikan cukup banyak tenda Tanah merah keras atau biasa disebut dengan cadas Dari Telaga Dewi ke Puncak Gunung Singgalang hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan medan yang cukup bersahabat. Berbeda dengan puncak gunung pada umumnya yang biasanya ditandai dengan sebuah patok, di Gunung Singgalang yang menjadi tanda puncaknya adalah tower β tower pemancar yang di pagari kawat. Apabila cuaca sedang bagus maka kita akan melihat pemandangan Gunung Marapi yang berdiri dengan gagahnya. Usai mendaki cadas, kita akan menemui hutan lumut. Sangat eksotis namun bisa menyesatkan Untungnya saat ini telah ada petunjuk arah untuk menghindari pendaki tersesat Pesan Sebelum Mendaki Gunung Singgalang Berdoalah sebelum melakukan pendakian Ingatlah Tuhan bersama orang β orang pemberani Beretika baik dan sadar dimana kita berada Hentikan pendakian bila cuaca extrim Jaga kelestarian hutan Jangan mengambil sesuatu kecuali foto Jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak Jangan membunuh apapun kecuali waktu Jaga kebersihan sumber air Bawa sampah kembali turun Utamakan keselamatan kelompok Menjaga komunikasi baik kelompok kita dengan kelompok lain. Baca Juga Catatan Perjalanan Gunung Singgalang Tips Mendaki Gunung Singgalang Jika mendaki dengan kelompok dan menggunakan angkutan umum dari Pasar Koto Baru sebaiknya sewa angkutan desa untuk minta diantarkan hingga stasiun pemancar televisi karena dari posko ke titik awal pendakian cukup jauh jika berjalan kaki selain itu dengan cari ini kita bisa menghemat tenaga Sangat disarankan memulai pendakian pada pagi hari karena pemandangan masih jelas sedangkan di sore hari sering kali kabut menutupi jalur. Apabila sampai Cadas kondisi fisik sudah letih atau terlanjur malam disarankan beristirahat disini, namun jika fisik masih fit serta waktu yang masih memungkinkan maka sebaiknya dilanjutkan ke Telaga Dewi karena lokasinya lebih landai dan tentunya pemandangannya sangat indah serta air yang melimpah Jika mendaki pada musim hujan berhati β hatilah, periksa selalu tubuh anda dari serangan pacet. Di Cadas malam hari banyak berkeliaran tikus gunung yang mencari makan, jangan membuang sisa β sisa makanan dekat dengan tenda. About Author M. Catur Nugraha Masih bekerja sebagai Naval Architect Engineer di salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang konstruksi bangunan lepas pantai sejak tahun 2012. Kecintaan kepada kampung halamannya membuat ia memutuskan untuk mendirikan Jelajah Sumbar dengan tujuan memperkenalkan keindahan Bumi Ranah Minang ke khalayak ramai dan mengajaknya untuk berkunjung ke Sumbar. Ia sangat menyukai traveling. Perjalanan yang paling ia senangi antara lain mendaki gunung, trekking ke air terjun, dan berkemah di pulau β pulau kecil. Ia juga gemar menuliskan cerita perjalanannya dan memotret obyek yang ditemuinya. Cita β citanya menjadikan Sumatera Barat dan Wisata Padang sebagai salah satu destinasi pilihan favorit bagi wisatawan lokal maupun wisatawan Internasional.
Tanah Datar - Empat oknum pendaki melakukan tidak patut ditiru saat mendaki di Gunung Singgalang. Mereka terekam memanjat satu pohon ikonik di Telaga Dewi dan memasang hammock di mereka pun viral di media sosial. Dalam pantauan di akun Instagram marapi_singgalang, video singkat ini memperlihatkan pendaki yang menggoyang-goyangkan pohon, diduga agar temannya jatuh ke air."Hemmm... JANGAN DITIRU YA GUYSS!! Pohon ga salah apa2, tapi malah digituin, kalau patah gimana donk?? malahan pohon ini yg menjadi iconic dari telaga tersebut. Belum lagi kalau jatuh ke Telaganya," kata akun marapi_singgalang. "Ayolah kita jaga alam ini, apa yang telah diciptakan, cukup kita jaga dan wariskan," imbuh akun Singgalang memang memiliki kesan magis karena hutannya yang terlihat tua. Telaga Dewi di area puncaknya, karena bekas kawah, jadi spot utama para pendaki untuk bersantai.[GambasInstagram]Redaksi detikTravel sudah menghubungi akun yang mengunggah kejadian ini namun belum ada tanggapan hingga berita ini diturunkan. Sepertinya memang ada aturan tak tertulis agar pendaki tak memanjat pohon-pohon yang sekiranya tidak terlalu besar dan kuat dipanjat beberapa lagi pepohonan di Telaga Dewi memiliki nilai tersendiri. Bukan hanya cantik di foto, pepohonan yang ada di sana memang harus catatan kami, kalau Gunung Semeru punya Ranu Kumbolo yang eksotis, Gunung Singgalang di Sumatera Barat punya Telaga Dewi. Keindahannya tak kalah Gunung Singgalang, Sumatera Barat terdapat sebuah danau yang berada di ketinggian mdpl. Danau ini begitu tenang dan memikat hati siapapun yang memandangnya, namanya Telaga usaha dan mental yang kuat untuk menikmati keindahan Telaga Dewi ini karena jalur menuju ke sana tidaklah mudah. Untuk mencapai Telaga Dewi terdapat beberapa jalur, salah satu diantaranya adalah Jalur Pandai dibutuhkan waktu 7 jam pendakian untuk sampai ke Telaga Dewi. Biasanya para pendaki Gunung Singgalang akan mendirikan tenda di Cadas sebelum keesokan paginya melanjutkan perjalanan menuju Telaga banyak juga yang memilih Telaga Dewi sebagai tempat mendirikan tenda sekaligus beristirahat saat mendaki Gunung Singgalang. Simak Video "Momen Sherpa Selamatkan Pendaki Malaysia yang Nyaris Mati di Everest" [GambasVideo 20detik] msl/ddn
Jalur Pendakian Gunung Singgalang Fotomuhammad_rinandar Gunung Singgalang merupakan salah satu deretan gunung tertinggi yang ada di Sumatera Barta dengan ketinggian Mdpl dimana suhu di gunung ini cukup lembab sehingga pohon-pohon di jalur pendakian ditumbuhi lumut. Jalur pendakian gunung singgalang yang paling banyak digunakan adalah via Pandai Koto Baru. Baca Juga 5 Jalur Pendakian Gunung Merbabu, Jalur Favorit Kamu Yang Mana Beberapa bulan lalu gunung singgalang dihebohkan dengan adanya pemberitaan seorang pendaki melakukan hal yang diluar nalarnya yaitu menyetubuhi temanya sendiri hingga meninggal di lokasi, beritanya langsung viral di kalangan pendaki bahkan kalayak umum. Untuk perihal ini jangan di tiru ia sob karena perbuatan tersebut adalah hal yang tidak pantas dilakukan oleh seorang pendaki, percayalah semua permbuatan kamu didunia itu ada timbal baliknya. Kembali ke topik utama tentang gunung singgalang, bagaimana sih untuk mendaki gunung ini? bagaimana transportasi menuju bascame pendakian singgalang? kita mencoba memberikan informasi sedikit siapa tahu ada sobat gunung yang nyamber ulasan kita nanti. Untuk dapat menuju gunung satu ini tentunya kamu yang dari Jakarta, Surabaya atau Bandung kamu harus menuju Sumbar dulu tepatnya di Kabupaten Agam , untuk di luar Sumatera tentunya kamu harus naik pesawat dengan tujuan Padang kemudian dilanjut ke Agam dimana untuk tiket Jakarta -Padang sekitar 650k -750k sekali jalan. Baca Juga Berikut Daftar Gunung Berapi di Pulau Sumatera Yang Perlu Kamu Tahu Setelah kamu sampai di Agam untuk bisa sampai ke titik awal pendakian bisa naik angkot atau sewa mobil, oia gunung singgalang sendiri memiliki 3 jalur pendakian diantaranya Jalur Toboh, Jalur Balingka dan Jalur Koto Baru. Untuk menuju titik awal jalur Koto kamu dari Padang naik saja Travel biar cepet sampai dimana biaya naik travel dikenakan biaya 35k dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam dari pangakalan Grand Mall. Biasanya travel hanya sampai di Pasar Koto nah dari sini kamu bisa lanjut menggunakan angkot dengan ongkos 5k dan minta turun abangnya di Rumah Tenun Pandai Sikek, dari sini kita berjalan kaki menuju pos pendakian Koto Baru yang berjarak kurang lebih 2km. Sunrise Telaga Dewi Gunung Singgalang Foto mistersuu Simaksi untuk pendakian gunung singgalang sebesar 7k/user, jalur Koto yang paling di ingat adanya berbagai antena pemancar televisi. Waktu tempuh pendakian melalui jalur Koto cukup singkat karena jalurnya cukup jelas sekitar 4-6 jam kamu sudah sampai di puncak gunung singgalang. Area camping gunung singgalang berada di Cadas dimana dari pos pendakian kurang lebih kamu harus trekking 3-4 jam , area ini cukup luas untuk mendirikan tenda dan untuk bisa sampai ke Telaga Dewi hanya membutuhkan kurang lebih sejam an dan dari telaga dewi sampai puncak membutuhkan waktu kurang lebih 3o menit untuk bisa sampai puncak Gunung Singgalang. Rute pendakian gunung singgalang kurang lebih Pos Pendakian β Cadas β Hutan Lumut β Telaga Dewi β Puncak Gunung Singgalang. Semoga dengan informasi dikit ini dapat membantu teman-teman pendaki khususnya apabila dalam waktu dekat ingin mendaki gunung singgalang.
telaga dewi gunung singgalang